TRIBUTE TO: BAKDI SUMANTO (1941-2014)

Add caption

Bakdi Sumanto
ANGIN

Angin dari mana
datangnya menghiba
di saraf duka.
Menempuh ribuan
kilometer, dalam kegalauan
mencari kenang, jika sempat jadi pelabuhan.
Tak ada yang bisa ditawar
dalam kehidupan, tak bisa dihindar
di dinding hati menebar.
Dengan gampang keyakinan
yang tinggal, bukan kepastian
soalnya, hidup mengukir jalanan.
Angin yang menempuh
hidup yang menempuh angin, mengaduh
di pangkuanmu, nini, biarkan sejenak berteduh.
Hari baru bukan mesti pagi
cerah, barangkali malam hujan lebar, pasti
aku berangkat lagi.
Kutinggalkan sebagian hati,
simpanlah, nini
dalam sajak, barangkali bisa abadi.
(1974)

1001 PUISI UNTUK BAKDI SUMANTO
Senin, 13 Oktober 2014
Jam 13.00 WIB - Selesai
Eks. Rektorat Lama/BAAKSI STSI Bandung

Sindikat Mahasiswa STSI Bandung
CP: 082115500212

Komentar