Selamat tinggal seni, esok pagi ISBI (Catatan MENOLAK DIAM)

dear: Dewi Saraswati

“Codayitri sunrtanam cetani sumatinam Yajnam dadle saraswati”
(Rg-Weda 1.3.13)

 1 Oktober 2014, hari itu

Orang-orang berkerumun di taman depan perpus, berbisik-bisik, matanya memandang hamparan batu-batu, mata yang merah dan nanar, mata yang penuh kehilangan, tubuhnya bagai kayu.. lalu hagus menjadi abu. lalu sedan dan motor berseliweran seperti pula serangga yang bersarang di basemen.

ada yang mengumpulkan batu-batu di pintu gedung eks rektorat lama  seperti ucapan selamat datang di tembok berlin, di jalan (halaman eks rektorat lama) orang-orang menjadi api yang membakar ban-ban mobil dan besi seperti halnya pembangunan yang berlangsung di kampus, ada yang bermain sepak bola dan badminton, sebagai tontonan televisi dimana palu kadang-kadang menjadi hilang keluar gawang dan saling tendang.

Ada yang naik dan berjalan-jalan di atas genting lantai 2 gedung studen center,membuka baju dan hendak melompat menjatuhkan tubuhnya di aspal, ia meracau, mulutnya telah dibanjiri kata-kata.

Ada yang berdiam di atas bus kampus menghadap tiang bendera, memakai celana di kepala, sepatu di tangan, baju dan topi di kaki juga megapon, ia tenggelang dalam buku-buku, serupa tanda tanya dalam kalimat.

ada yang yang terus-terusan mulutnya berteriak, bukan membaca puisi atau berpidato tapi mulutnya telah menjadi awan yang meleburkan dirinya menjadi hujan memandikan tembok-tembok.

2 Oktober 2014

kami berkerumun seperti huruf-huruf yang membakar buku-buku

Esok 6 Oktober 2014

kami berziarah:

Om, Saraswati namostu bhyam,
Warade kama rupini,
Siddha rastu karaksami,
Siddhi bhawantume sada



SELAMAT MERAYAKAN HARI DEWI SARASWATI (Dewi Seni & Pengetahuan)


John Heryanto
Sindikat Mahasiswa STSI Bandung

Komentar