William Shakespeare dan teater orang-orang raja


"Terbekatilah ia yang menaruh batu-batu ini, dan terkutuklah ia yang memindahkan tulang-tulangku."
(catatan di atas nisan willliam shakespearae)

Ia adalah dramawan terbesar di zaman Elizabeth yang dilahirkan di Statford-upon-avon (Inggris) 23 April 1564 dari keluarga pengusaha yang cukup kaya namun ketika kelahirannya usaha ayahnya John Sekespeare bangkrut dan ditangkap karena perdagangan ilegal.
Karangan pertamanya yang di terbitkan adalah berupa narasi panjang "Venus and Adonis" sejak saat itu naskah-naskah dramanya mulai bermunculan.
sejak kecil shakespeare adalah kutu buku dan berbagai buku di bacanya terutma dari para filosofer yunani dan romawi juga berbagai kisah dari Italia,Prancis, Asia Minor juga Afrika Utara dan inilah yang menjadikan dasar dari pada cerita-cerita yang di tulis Shakespeare terlebih sejak tahun 1590 ia bergabung dengan grup Globe Theatre hingga tahun 1613 ia telah berhasil menulis naskah sebanyak 39 naskah, ia menjadi aktor dan penulis naskah terhebat dan terpopuler di Inggris bahkan Ratu Elizabeth I sangat menyukai karya-karyanya; begitu pula dengan Raja James I, penerusnya. Pada pemerintahan James I. maka sejak Shakespeare dan kawan-kawan (Globe Theatre) terkenal dengan sebutan kelompok "Orang-orang Raja" karena Raja James I adalah pengunjung mereka yang spesial. sampai hari ini naskah-naskah William Shakespearae telah dibaca dan di pentaskan berkali-kali oleh kelompok teater di seluruh dunia.
namun sayang menonton teater di zaman sekarang tidaklah seantusias penonton di zaman Elizabeth dimana menonton teater seperti menonton pertandingan sepak bola dengan puluhann ribu penonton yang berjubel dan berteriak-teriak selama berjam-jam demi mendengarkan 1700 kata baru dalam naskah shakespeare.

"To be, or not to be, that is the question"

(Hamlet)

John Heryanto
, dirangkum dari berbagi sumber.

Komentar