Membaca Stategi Pembinaan Penonton Teater Koma



Oleh: John Heryanto


"Penonton adalah rekan dan teman berdiskusi"

N.Riantiarno



Bagaimana pun juga salah satu hal yang menyebabkan terjadinya peristiwa kesenian adalah penonton selain dari pada tempat dan pekerja seni itu sendiri. dan menurut Mbak Ratna salah satu yang menyebabkan mengapa teater koma bisa bertahan sampai 34 tahun dan telah berhasil mementaskan sebanyak 122 pementasan adalah karena penonton yang loyal,aktor dan pekerja seni Teater Koma yang loyal juga para donatur.



Melewati perjalanan 34 tahun tidklah mudah bahkan beberapa pementasannya sempat di larang pada saat Rezim Orde Baru berkuasa diantaranya pementasan Maaf,maaf,maaf (1978) Sam Pek Eng Tai (1989) Suksesi (1990) dan Pementasan ulang Opera Kecoa (1990).

Dan selama 34 tahun pula penonton Teater koma tetap loyal dan kecitaan menonton Teater Koma pun telah meraka wariskan kepada menantu,anak dan cucu sebagai warisan keluarga bahkan para penonton yang tahu kalau setiap pementasan Teater Koma selalu tekor,mereka rela membeli tiket dengan harga 2,5juta per tiket sebagi subsidi silang untuk penonton yang lainnya.

Selain itu loyalitas aktor Teater Koma teruji bahkan sejumlah aktor angkat 77(sejak Teater Koma Berdiri) hingga sekarang masih bartahan.



lalu bagaimanakah Teater Koma membina penontonnya?



Menurut Mas Nano:

Teater Koma tidaklah menggangap bahwa penonton sebagai objek, melainkan sebagai subjek yang mandiri dan rekanan satu masalah yang sedang digelar dan orientasi Teater Koma tidaklah kepada market melainkan lebih kepada bagaimana mewujudkan ekspresi seni teater yang perfect'. Selain itu bagian produksi dan marketing haruslah mampu membuat calon penonton tergugah hatinya untuk menonton dan rasa butuh untuk menonton itulah yang harus ditimbulkan dan sesungguhnya produksiilah yang menciptakan pasar bukan sebaliknya.

Komentar