TASIKMALAYA JUGA KOTA NARKOBA

Oleh: John Heryanto
tasikmalaya memang kota perdagangan sesuai dengan misi kota tasikmalaya menjadikan kota tasikmalaya sebagai pusat perdagangan di priangan timur pada tahun 2015. dan memang betul tahun 2010 saja tasikmlaya sudah menjadi pusat dagang, mulai dari ekspor impor PSK ke luar daerah,dan baru barau ini Kab. tasikmalaya berencana menjual aset negara dintaranya Gedung DPR, Aun-alun dan Dadaha, ayo siapa yang mau beli? serta tak kalah lagi tasikmalaya jadi pusat perdaganagan narkoba di jawa barat, bukan hanya pusat perdagangan narkota tapi pecandu narkoba terbanyak se JABAR itu adalah warga tasikmalaya. sungguh luar biasa kerja keras pemerintah dalam masalah dagang. tengok saja TEMPO edisi Jum'at, 25 November 2005, "Tasikmalaya:Kota Tasikmalaya ditetapkan polisi menempati urutan pertama dalam kasus narkoba di Jawa Barat".

Sedangkan menurut sumber Republika online:
"bahwa Pada kurun 1981-1989, Pondok Pesantren Suryalaya menangani
5.845 pecandu narkoba. Menurut Wakil Ketua Pondok Pesantren
Suryalaya, Zaenal Abidin, melalui program Inabah, sebanyak 93,1
persen dari mereka berhasil dikembalikan pada kondisi semula.

Saat ini, kata Zaenal, pihaknya tengah menangani 1.000 pecandu,
20 persennya wanita. ''Mereka datang dari berbagai daerah dan
negara, juga dari berbagai kalangan dan latar belakang ekonomi,
jadi sangat beragam,'' jelas Zaenal."

lihat di situs RADIO REPUBLIKA bahwa:

"ada 1.400 siswa SMP dan 1.600 siswa SMA. ''Fakta itu merupakan salah satu indikator yang menjadikan Kota Tasikmalaya berada di peringkat pertama kasus narkoba se-Jawa Barat. Data itu didapatkan dari hasil pengungkapan BNN," ungkap Lefran Osak, ketua bidang pendidikan dan penyuluhan Granat Kota Tasikmalaya. Menurut Lefran, sekolah kini menjadi tempat yang rawan peredaran narkoba. Modus penyebarannya bervariasi. Yang membahayakan, kata dia, melalui media makanan, seperti permen. Permen kerap dikonsumsi anak sekolah. Karena itu, Lefran mengimbau semua pihak untuk memperketat pengawasan makanan di sekolah."

dan hasil suervey saya ke Lembaga Pemasyrakatan Tasikmalaya , kemarin:
bahwa 90% penghuni LP adalah terlibat kasus narkoba.

Untuk itu saya ucapkan selamat kepada Wali kota tasikmalaya atas prestasi yang diraih Tasikmalaya sebagi pusat narkoba sejawa barat, semoga dengan berhasilnya eksor impornarkoba, aset gedung DPRD Kab.Tasikmalaya terjual dengan harga tinggi. Aminn

Komentar