SEKS BEBAS ALA KOTA SANTRI, MAU?

Oleh: John Heryanto

seks bukanlah masalah yang tabu lagi, terbukti di tasikmalaya meskipun banyak pesantren dan pendidkan yang berbasis agama, tapi kalau masalah seks mulai dari ABG( anak Baru Gede) sampai kakek tau seks itu enak.

"Hasil penelitian terhadap anak smp-sma di kab.tasikmalaya melalui penyebaran angket didapat hasil bahwa sebagian besar dari responden (64,30%) yang tidak menerima (unfavorable) terhadap seks bebas, dan ada hampir setengahnya dari responden (35,70%) mempunyai sikap menerima terhadap seks bebas (favorable)". dari (www.tasikmalayakab.go.id)

visi kota religius islami bukanlah sebuah jaminan untuk tidak melakukan seks bebas bagi warganya terbukti dengan banyak nya kasus kasus asusila yang dimuat di media masa, bahkan 40% yang menikah diwilayah tasikmalaya dikarenakan hamil sebelum nikah.
tengok saja di google ada berapa banyak video bokep yang dilakukan masyarakat kota tasikmalaya, ada yang pelajar,mahasiswa bahkan oknum PNS. selain itu di hampir jalan-jalan pusat kota tasikmalaya banyak sekali jasa layanan seks /PSK yang memang harganya terjangkau mulai dari 200ribu-3juta.

alhasil dari semua aktivitas diatas maka sangatlah wajar bila tasikmalaya mendaptkam prestasi ke -2 pemyebaran HIV/AIDS di Jawa Brat dan masuk peringkat 100 kota/kabupanten penaybaran HIV/AID di Indonesia .yang yang luar biasa dalam penyebaran HIV/AID.

"Sedikitnya 12.960 warga Kota tasikmalaya berisiko tinggi tertular HIV/AIDS. Dari kalangan PSK sebanyak 610 orang, pelanggan PSK 8.410 orang dan 900 orang pengguna narkoba suntik.
Tasik Tingkat HIV Tertinggi Jabar"(Tasikmalaya--bkkbn online )

Komentar