MUSIK KALENG ( Sebuah Eksplorasi berkesenian)


Oleh: John Heryanto
musisi jalanan takan mati
ada kaleng itu pun jadi
di pukul-pukul sambil bernyanyi
(petikan syair lagu JALU: Dede Rokhyan)

syair lagu di atas sangatlah relepan, karena bagi seorang seniman tidaklah harus terpatok pada pasilitas, apapun yang ada di hadapan kita kalau kita mau mengekplorasinya mengapa tidak? maka jadilah sebuah karya.

berawal dari naiknya harga BBM dari harga 2.500/liter menjadi 45.00/liter pada,sehingga mengkibatkan kenaikan harga sembako mulai dari terasi sampai daging,roti dan segalanya ikut naik. dari sana mulai ada kegelisaan tak hanya masyarakat, seniman pun kena dampaknya juga..hehehehe..
kopi dan rokok jadi ikutan naik..! nah dari sanalah mulai ada pencarian sebagai sebuah respon sosial terhadap kondisi yang ada, dan minimnya pasilitas alat musik yang dimiliki Oi tasikmalaya, maka munculah gagasan dari kang Acong Kepada Kang Dede Rohyan( Deppe Jalu)untuk membuat musik kaleng. maka di kumpulkanlah kaleng-kaleng bekas dari tempat sampah di dekat stansion oleh temen-temen oi, setelah semua kaleng terkumpul mulai dari keleng susu, kaleng kue, pokonya segala jenis kakalengan.

setelah semuanya terkumpul barulah kang Dede Rokhyan atau lebih dikenal dengan Deppe Jalu bereksperimen bagaimana caranya agar keleng tersebut mampu menghasilkan komposisi musik yang indah.
setelah eksperimen itu berhasil baraulah anak-anak oi dilibatkan sebagai pemain musik yang dipinpin langsung oleh Depee Jalu, dan sampai saat ini musik kaleng sudah di pentaskan sebanyak empat kali.
sungguh sanagat luar biasa. Salut buat kang Dede Rokhyan. sukses untuk musik kalengnya!

Komentar